CIRI KHAS HAMBA ALLAH AHLI DZIKRULLAH
Assalamualaikum Warohmatullohi Wabarokatuh,
Bismillahirrohmanirrohim... Seorang
hamba ahli zikir bertumpu pada keyakinan yang benar, mendalam, dan mantap
kepada Allah SWT sehingga ia senantiasa menjadikan Allah sebagai tumpuan
harapan, kerinduan, pertolongan, dan tujuan dari setiap aktivitas dan
amal-ibadahnya. Apa pun yang terjadi baginya sama sekali tidak akan mengurangi
keyakinannya pada Allah dan bahkan ia akan selalu ridha akan ketentuan-Nya.
Seorang hamba ahli zikir akan tercermin pula dari ibadah kesehariannya yang
dilakukan secara benar, sungguh-sungguh, dan istiqomah. Berikut ini adalah
penjelasan lebih detail dari sebagian tanda-tanda sebagai perwujudan dari
seorang hamba ahli zikir yang benar.
a. Ikhlas ...
Ciri utama dari seorang
hamba ahli zikir adalah sangat menjaga keikhlasan dari amalnya, buah dari
tingkat keyakinan yang begitu mendalam kepada Allah. Ia yakin bahwa Allah-lah
yang menciptakan dirinya, dan hanya Allah-lah yang menguasai segala-galanya
temasuk dirinya, masa depannya, hidup dan matinya. Sehingga tujuan hidupnya
sangat jelas dan pasti, yaitu menjadikan seluruh aktivitas hidupnya semata-mata
sebagai pengabdian kepada Allah SWT. Semuanya dilakukan dalam rangka mengejar
kasih sayang, keridhaan, dan indahnya bertatapan dengan Dzat Yang Maha
dirindukan, yaitu Allah Azza wa Jalla. Sungguh bagi pribadi seorang hamba ahli
zikir akan memancarkan cahaya keikhlasan dari setiap tindakan yang
dilakukannya, sangat jauh dari sifat pamrih, rekayasa, popularitas, serta
menjaga diri dari sifat tamak akan kedudukan, jabatan, pujian, penghargaan, dan
kerinduan balas budi. Kepuasan yang tertanam jauh di lubuk hatinya hanyalah
jika amalnya diterima oleh Allah, sehingga baginya cukuplah pandangan dan
balasan dari Allah saja.
b. Zuhud ...
Karena sangat yakin akan kebesaran dan
keagungan Allah, dan sangat sadar akan kecil dan sangat tiada artinya dunia ini
bagi Allah SWT, maka bagi seorang hamba ahli zikir walaupun kesehariannya lekat
dengan kesibukan dan gelimang duniawi namun ternyata keadaan duniawinya sangat
bersahaja. Sama sekali tidak ada kebanggaan dan cinta terhadap materi, tidak
tamak, tidak serakah dan sangat jauh dari bermegah-megahan, atau bahkan
bergelimang menikmati kemegahan. Setiap harta duniawi yang dicari dan yang
telah dimilikinya selalu diperhitungkan dengan baik agar dapat
dipertanggung-jawabkan di hadapan Allah, serta dapat memberi manfaat yang besar
bagi dunia dan akhirat dirinya dan juga orang lain. Seorang hamba ahli zikir
pastilah seorang ahli zuhud, yakni lebih yakin dengan apa yang ada di
"tangan" Allah daripada dengan apa yang ada di tangannya. Dengan
demikian seorang ahli zikir akan memiliki pribadi yang sangat khas, yakni
sangat ringan dan menikmati dalam menafkahkan rezekinya, sangat dermawan, dan
tidak mengenal kikir.
c. Berkepribadian tenang dan mantap ...
Keyakinan yang
mendalam terhadap janji-janji Allah yang mustahil dipungkiri-Nya, serta tidak
akan pernah meleset walau barang sedikitpun membuat kondisi mental yang sangat
mantap dan stabil di dalam menghadapi situasi apa pun. Di dalam lubuk hatinya
tertanam keyakinan bahwa hanya Allah-lah satu-satunya pemberi jalan keluar yang
Maha berkuasa atas segala-galanya sehingga mampu mengusir sifat was-was,
gelisah, cemas terhadap urusan duniawi yang telah dijanjikan Allah.
Satu-satunya yang membuat gelisah dan cemas dirinya adalah pengingkaran
terhadap segala hal yang menjadi kewajiban dan tanggung jawabnya kepada Allah
SWT, juga atas segala nikmat dan amanat yang dikaruniakan-Nya.
d. Wara ...
Dengan
meyakini kemahacermatan serta kemahatelitian Allah SWT terhadap segala hal
sehalus apa pun jua, dan juga keyakinan yang mendalam bahwa segala perbuatan
pasti akan mendapat balasan. Maka, seorang hamba ahli zikir akan sangat teliti
dan berhati-hati dengan segala tindakannya agar benar-benar terbebas dari
segala yang diharamkan oleh Allah SWT. Juga dari segala yang subhat (meragukan)
sehingga dapat dipastikan segala yang dimiliki dan yang dimakannya benar-benar
hallalan thoyiban. Hal ini menjadikan seorang ahli zikir adalah seorang yang
sangat terpercaya.
e. Qolbunsalim ...
Kesadaran bahwa di antara kunci pembuka
kedekatan dengan Allah SWT dan keselamatan di dunia dan akhirat kelak adalah
menjaga kebeningan hati (qolbun salim), dan ditambah dengan keyakinan bahwa
Allah Mahamengamat-amati seluruh makhluk-nya, siang maupun malam, terang
ataupun gelap, terang-terangan ataupun tersembunyi, maka akan menjadikan diri
seorang ahli zikir senantiasa menjaga kesucian hatinya, tidak pernah mau
mengotori hati dengan segala kebusukan, buruk sangka, kedengkian, kebencian,
dan kedendaman, atau aneka perasaan rencana buruk lainnya, benar-benar dijaga
kecemerlangan kalbunya yang akan tampak terpancar dari segala perilakunya yang
tulus, indah, dan mulia.
f. Optimis ...
Seorang ahli zikir memahami benar bahwa
hidup di dunia ini hanya satu kali. Hidup yang satu-satu kalinya ini merupakan
ladang berbekal untuk kehidupan di akhirat yang pasti dijalani di kemudian
hari. Semudera kehidupan ini disadarinya akan penuh dengan aneka gelombang
masalah dan persoalan, namun keyakinan akan pertolongan Allah Yang Mahakuasa
atas segalanya membuatnya selalu optimis. Seorang hamba ahli zikir selalu
bersemangat menggebu, pantang mengeluh, pantang putus asa dalam menghadapi
pelbagai tantangan, rintangan, dan kesulitan sepelik apa pun masalah yang
dihadapi. Sama sekali ia tidak mengenal pesimis karena yang diandalkan bukan
kemampuan diri melainkan pertolongan Allah yang Mahadekat dan Mahacepat
pertolongan-Nya dan yang tidak terhalangi oleh apa pun dan siapa pun.
g.
Energik (penuh semangat menggebu) ...
Menyadari bahwa umur (waktu) adalah modal
yang sangat penting untuk taqorrub (mendekat) kepada Allah yang harus
dipertanggungjawabkan. Maka, setiap ahli zikir selalu memperhitungkan
pemanfaatan detik demi detik yang dilaluinya dengan mahacermat dan maksimal
untuk menjadi ladang pengabdian terbaiknya kepada Allah SWT. Akhirnya, ia
benar-benar menjadi seorang yang terus menerus bergelora semangat juangnya
untuk mengisi setiap detik yang dimilikinya dengan amal-amal dan karya
terbaiknya. Semua dilakukan dengan niat setulus-tulusnya, tanpa kenal lelah,
baginya rezeki terbesarnya adalah ketika dituntun dan diberi kemampuan oleh
Allah untuk dapat melakukan amal terbaiknya dengan ikhlas bukan hanya masalah
imbalan dan balasan.
h. Tawadhu ...
Ciri lain yang sangat khas bagi seorang
ahli zikir adalah ketawadhuan, yaitu pribadi yang sangat rendah hati (bukan
rendah diri), dengan kesadaran penuh bahwa segala apa pun kelebihan atau
keutamaan yang ada pada dirinya mutlak adalah milik Allah yang dititipkan
sejenak, dan semuanya adalah karunia Allah semata. Maka, baginya tidak ada
celah sedikit pun yang dapat menjadikan segala amal, prestasi, atau pujian yang
dapat membuatnya menjadi ujub maupun takabur. Dia sangat meyakini hanya
Allah-lah satu-satunya yang layak dipuja dan dipuji. Dia sangat sadar bahwa
pujian yang ditujukan pada dirinya adalah pertanda bahwa Allah telah menutupi
aib dan kekurangannya.
i. Akhlakul Kharimah ...
Kombinasi perilaku buah dari
keyakinan yang mendalam akan terpancar dalam gerak-gerik, tutur kata,
pengambilan keputusan, ide-ide dan gagasan, penyelesaian masalah, yang
keseluruhannya benar-benar menjadikan ia seorang sosok pribadi yang indah,
seimbang, adil, terpercaya penuh kharisma dan wibawa yang berdampak pada segala
sikapnya yang memiliki nilai manfaat yang besar baik bagi diri pribadi, bagi
umat, bagi dunia, dan akhiratnya. Subhanallah. Wallahu a'lam.
Semoga bermanfaat dan penuh Kebarokahan dari Allah.....
@ Created Of Santri 212